Tomohon, SULUTVIRAL.ID-Menjelang pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7–12 Agustus 2026, sejumlah petani bunga di Kota Tomohon mengaku mulai diliputi kekhawatiran terkait penyerapan hasil panen mereka untuk kebutuhan parade kendaraan hias atau Tournament of Flowers (TOF).

Selama bertahun-tahun, TIFF dikenal sebagai festival yang menampilkan jutaan tangkai bunga segar hasil budidaya petani Tomohon. Kehadiran para petani menjadi bagian penting dalam mendukung kemegahan festival yang telah menjadi ikon pariwisata Sulawesi Utara tersebut.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir beredar informasi di tengah masyarakat yang menyebutkan bahwa pasokan bunga untuk sebagian kebutuhan TIFF 2026 diduga tidak sepenuhnya berasal dari petani lokal. Informasi tersebut telah menjadi perbincangan, namun hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen dan belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Tomohon maupun panitia TIFF mengenai mekanisme pengadaan bunga.

Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan bunga yang akan dipakai diduga berasal dari perkebunan milik mantan Gubernur Sulawesi Utara OD. Namun hingga saat ini, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kota Tomohon maupun panitia TIFF.

Jika informasi tersebut benar, dampaknya dinilai sangat besar bagi para petani bunga lokal. Ratusan ribu hingga jutaan tangkai bunga yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka berpotensi tidak terserap pasar, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi bagi para petani.

Kondisi tersebut memunculkan keresahan di kalangan petani. Mereka berharap hasil panen yang telah dipersiapkan sejak jauh hari tetap memperoleh kesempatan untuk digunakan dalam penyelenggaraan festival, sebagaimana pelaksanaan TIFF pada tahun-tahun sebelumnya.

Apabila nantinya penyerapan bunga lokal tidak sesuai harapan, para petani menilai hal itu berpotensi memengaruhi pendapatan mereka. Sebab, TIFF selama ini menjadi salah satu momentum penting yang mampu meningkatkan permintaan bunga dan menggerakkan perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor florikultura.

Di sisi lain, beredarnya berbagai informasi mengenai pasokan bunga semakin menarik perhatian publik, terlebih setelah sebelumnya penyelenggaraan TIFF sempat menjadi perhatian dalam hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mendorong perlunya peningkatan transparansi dalam tata kelola kegiatan.

Sejumlah pihak berharap Pemerintah Kota Tomohon maupun panitia TIFF dapat memberikan penjelasan resmi mengenai proses pengadaan bunga, sehingga informasi yang berkembang di masyarakat tidak menimbulkan spekulasi maupun kesalahpahaman.

Hingga berita ini diterbitkan, Wali Kota Tomohon, telah dimintai konfirmasi, namun belum memberikan tanggapan. Apabila klarifikasi telah disampaikan, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang sesuai prinsip jurnalistik.

Dengan adanya penjelasan resmi nantinya, diharapkan seluruh pihak, khususnya para petani bunga Tomohon, memperoleh kepastian mengenai keterlibatan mereka dalam festival yang selama ini menjadi kebanggaan daerah.(jla)