SULUTVIRAL.ID – Situasi di lokasi tambang PT Minselano kembali memanas. Masyarakat penambang dan aparat yang berjaga di wilayah Pasolo, kawasan yang masuk dalam konsesi perusahaan tersebut, nyaris terlibat bentrok pada Sabtu (5/9/2026) siang.
Ketegangan kali ini bahkan disebut lebih serius. Jika sebelumnya terdengar dua letupan senjata laras pendek, kali ini warga mendengar rentetan tembakan dari senjata laras panjang yang diduga dilepaskan oleh aparat yang berada di lokasi.
Berdasarkan informasi yang diterima Sulutviral.id dari sumber resmi, perselisihan antara masyarakat penambang dengan pihak yang melakukan penjagaan di area konsesi PT Minselano disebut telah berulang kali terjadi.
Pemicu utamanya diduga berkaitan dengan larangan terhadap warga untuk melakukan aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.
Persoalan kemudian menjadi sorotan karena muncul informasi bahwa PT Minselano disebut sudah tidak lagi memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang berlaku.
Tak hanya itu, beredar pula dugaan adanya aktivitas warga negara asing (WNA) asal China di kawasan konsesi PT Minselano.
Sumber menyebut, seorang pria yang disebut bernama Mr. Liu diduga menggunakan jasa dua perempuan asal Jakarta, yakni Sara dan Megi, dalam aktivitas yang berkaitan dengan kawasan tersebut.
“Mereka menggunakan IUP PT Minselano yang sudah kadaluarsa,” ungkap sumber.
Informasi lainnya menyebutkan, PT Minselano diduga menyewa sejumlah personel TNI dan Brimob Kelapa Dua untuk melakukan pengamanan di lokasi.
Kondisi tersebut semakin menambah tensi di lapangan, terlebih ketika terjadi gesekan antara masyarakat penambang dengan aparat yang melakukan penjagaan.
Sulutviral.id masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak PT Minselano maupun pihak-pihak terkait mengenai legalitas aktivitas pertambangan serta insiden tembakan yang terjadi di lokasi.
Kapolres Minahasa Tenggara AKBP Handoko Sanjaya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp hingga berita ini ditayangkan belum memberikan respons.(jla)

Tinggalkan Balasan