Disebut, Video Viral Rujukan Pasien ke Manado Diduga Dimobilisasi Pihak Manumpil

MANADO–Kritik demi kritik ke Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Talaud Fransiscus Manumpil terus bermunculan. Seperti diungkapkan Yutson Ontorael, Tokoh Masyarakat Talaud, sepak terjang Manumpil dari ditunjuk sebagai Pjs Bupati, diduga telah melampaui wewenang sebagai Pjs dan main trik politik.

Yutson Ontorael

“Diingatkan lagi kepada Pjs Bupati Talaud (Manumpil) untuk tidak mengambil langkah atau kebijakan yang melampaui wewenangannya sebagai Pjs. Terutama untuk jangan main trik politik,” tegasnya, Senin (07/10/2024).

Disebut, beberapa kebijakan dan langkah yang diduga mengandung trik politik, seperti soal pembayaran TTP ASN, honor tenaga kebersihan dan THL.

“Pjs jangan berbuat tindakan atau pernyataan yang mengklaim seakan-akan karena dirinya atau karena peran dirinya hingga TTP ASN, honor tenaga kebersihan dan THL itu bisa dibayarkan di APBD-P. Padahal, kenyataannya, pembayaran TTP ASN dan honor tersebut sudah dianggarkan di APBD-P jauh hari sebelum ia (Manumpil) ditunjuk sebagai Pjs,” sentilnya.

Menurut Ontorael, sejatinya Manumpil harus bertindak profesional sesuai kapasitasnya sebagai Pjs. “Pjs Bupati (Manumpil) sejatinya bertindak sesuai kapasitasnya sebagai penjabat sementara. Sekali lagi penjabat sementara yang mengisi kekosongan Bupati Definitif yang cuti,” sentilnya.

Senada, Jim Tindi, Tokoh Masyarakat Talaud lainnya mengatakan, Manumpil sebagai Pjs Bupati, seharusnya lebih memahami tugasnya sebagai seorang birokrat, terutama dalam menyikapi status dan situasi RSUD Mala.

Jim Tindi

“Sebagai birokrat, Manumpil harus paham betul bagaimana status RSUD Mala yang belum menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Bukannya menciptakan kegaduhan yang merugikan masyarakat,” katanya.

Seperti video yang berserakan di media sosial beberapa waktu terakhir soal rujukan pasien dari Talaud ke Manado; dimana ia menduga, video itu dimobilisasi oleh pihak Manumpil.

“Karena ada informasi yang masuk, video rujukan pasien (dari Talaud) ke Manado itu, diduga diambil dan dibuat oleh staf-staf dari Manumpil,” bebernya. “Seharusnya pihak Manumpil itu bertindak untuk menyejukan masyarakat, apalagi di masa pilkada,” tutup Tindi.(nai)