Disebut Operator SPBU Dapat Keuntungan Rp 500 per Liter

MANADO-Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di beberapa SPBU di Manado dan sekitarnya terus terjadi hingga saat ini.

Tak tanggung-tanggung, seperti di dua SPBU di Ringroad dengan nomor 73.951.06 dan 74.953.12 serta SPBU di Winangun nomor 74.951.10; diduga mafia leluasa menyedot solar subsidi secara terang-terangan.

Dari pantauan Jumat (09/08/2024), puluhan dump truk dan minibus diduga milik mafia, berantri panjang capai puluhan meter di tiga SPBU tersebut.

Antrian panjang jalur pengisian solar subsidi di SPBU 74.953.12 Ringroad Jumat (09/08/2024).

Parahnya lagi, operator SPBU terkesan membiarkan para sopir terlihat leluasa memegang nozzle dispenser BBM untuk mengisi soal subsidi ke tanki kendaraan.

Sementara itu sumber mengungkapkan, tiga SPBU itu, masing-masing mendapat kuota sekira delapan ribu liter atau delapan ton solar subsidi. Dimana, diduga lima ton dari kuota per hari tersebut, atau total 15 ton per hari; diberikan untuk mafia.

Antrian dump truk untuk mengisi solar subsidi di SPBU 73.951.06 Ringroad, Jumat (09/08/2024).

“Diduga para mafia dapat jatah lima ton solar subsidi per hari dari dua SPBU di Ringroad dan satu SPBU di Winangun. Atau total per hari 15 ton,” katanya.

Lanjutnya, operator SPBU diduga kuat mengambil keuntungan dari mafia, sekira Rp 500 per liter. “Harga solar subsidi saat ini Rp 6.800 per liter. Tapi operator SPBU menagih kepada sopir-sopir milik mafia Rp 7.300 per liter. Sehingga operator dapat keuntungan Rp 500 per liter,” tutup sumber.

Pengisian solar subsidi di SPBU 74.951.10 Winangun.

Terpisah, aktivis PAMI Perjuangan Sulut Jefrey Sorongan meminta agar PT Pertamina dan aparat penegak hukum (APH) untuk turun langsung melakukan pengawasan, bahkan penindakan kepada tiga SPBU tersebut; jika dugaan para operator bekerjasama dengan mafia.

“PT Pertamina dan APH harus turun melakukan pengawasan di lapangan. Dan jika dugaan operator SPBU bekerjasama dengan mafia, harus ada tindakan yang benar-benar tegas,” tekannya.(nai)