SULUTVIRAL.ID – Aksi seorang pria yang terlibat keributan dengan sopir Bus Trans Manado di kawasan Jalan Martadinata, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, viral di media sosial TikTok.
Video tersebut kemudian mendapat perhatian aparat kepolisian. Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Manado bergerak dan mengamankan pria yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Pria itu diketahui berinisial JT (25), warga Kelurahan Malendeng, Kecamatan Tikala, Kota Manado, yang bekerja sebagai sopir.
Berdasarkan laporan kepolisian, kejadian bermula pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 07.30 WITA.
Saat itu, JT berada di dalam sebuah angkutan kota. Ia mengaku kendaraan Bus Trans Manado memepet ke arah kiri hingga nyaris menyerempet angkot yang ditumpanginya.
Merasa tidak terima, JT kemudian mengejar Bus Trans Manado tersebut.
Aksi kejar-kejaran berlanjut hingga kawasan lampu merah Jalan Martadinata. JT kemudian turun dari angkot dan mendatangi bus.
Di lokasi tersebut, JT diduga melempar kaca Bus Trans Manado menggunakan gelas air mineral.
Tak hanya itu, berdasarkan keterangan yang dituangkan dalam laporan kepolisian, JT juga diduga melayangkan pukulan melalui jendela bus ke arah sopir. Namun, pukulan tersebut disebut tidak mengenai sopir.
Sopir Bus Trans Manado kemudian tidak meladeni aksi tersebut dan memilih melanjutkan perjalanan.
Sementara JT kembali masuk ke dalam angkot dan meneruskan perjalanan menuju arah Perkamil. Ia kemudian tidak lagi mengejar bus tersebut.
Viral di TikTok, URC Bergerak
Peristiwa tersebut kemudian viral di media sosial TikTok. Setelah video beredar, Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Manado melakukan penelusuran.
Hingga akhirnya, sekitar pukul 23.30 WITA, JT diamankan polisi di kawasan Jalan Martadinata, Kecamatan Paal Dua.
Pihak kepolisian juga mengarahkan pihak yang merasa menjadi korban untuk membuat laporan resmi. Pelapor disebut akan datang ke Mako Polresta Manado untuk memberikan keterangan lebih lanjut.
Kasus ini selanjutnya masih dalam penanganan Satreskrim Polresta Manado.
Polisi akan mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk keterangan para pihak serta rekaman video yang beredar di media sosial.
JT saat ini masih berstatus sebagai pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Penentuan ada atau tidaknya tindak pidana serta pertanggungjawaban hukum tetap menunggu proses penyelidikan dan pembuktian oleh aparat penegak hukum.(jla)

Tinggalkan Balasan