Rincian Dugaan Belanja Fiktif 800-an Juta (VI)

BPK Nilai: Disebabkan Sekda Tidak Melakukan Pengawasan, KPA selaku PPKom dan PPTK Tidak Cermat dalam Pertanggungjawaban dan Persetujuan Pembayaran

MANADO–Karena dalam belanja BBM/Gas dan Pelumas berbanderol sekira Rp 1.122.542.790,- serta Belanja Penggantian Suku Cadang berbanderol sekira Rp 462.052.290,- di Setdakab Talaud TA 2019, tidak didukung bukti pertanggungjawaban yang sebenarnya; ada dua aturan yang diduga dilanggar, sesuai LHP BPK Nomor: 05.C/LHP/XI.MND/05/2020.

1. UU Nomor 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara, pada pasal 18, ayat (3) yang menyatakan: “Pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBN/APBD bertanggungjawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud.”; dan

2. PP Nomor 58/2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, pada pasal 61, ayat (1) yang menyatakan: “Setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih.”

Dalam LHP juga, karena dalam dua belanja tersebut tidak didukung bukti pertanggungjawaban yang sebenarnya berdasarkan temuan dan pemeriksaan BPK, mengakibatkan kelebihan bayar dengan total sekira Rp 844.913.672,-, rinciannya:

1. Kelebihan pembayaran atas belanja BBM/Gas dan Pelumas sekira Rp 590.327.757,-; dan

2. Kelebihan pembayaran atas belanja Penggantian Suku Cadang sekira Rp 254.585.915,-.

Makin menarik lagi, BPK menilai kondisi ini terjadi karena disebabkan:

1. Sekda tidak melakukan pengawasan atas pelaksanaan dan pertanggungjawaban belanja BBM/Gas dan Pelumas serta belanja Penggantian Suku Cadang; dan

2. KPA selaku PPKom serta PPTK pada Setda tidak cermat dalam mempertanggungjawabkan dan menyetujui pembayaran belanja BBM/Gas dan Pelumas serta belanja Penggantian Suku Cadang.(ian/bersambung)