Minahasa, Sulut Viral– Praktik Judi Togel (Fotoan Gelap) dengan menggunakan kupon konvensional kembali marak di Minahasa. Sejumlah Bandar yang disebut sebagai pemain lama, seperti Oldi Sumeke alias Oldi Bodo kini kembali beraktivitas dengan leluasa di sejumlah tempat di Minahasa.

Meski pemerintah telah melarang keras praktek ilegal tersebut dengan menangkap Bandar kelas kakap di sejumlah daerah namun hal tersebut tak tak membuat jaringan Oldi Bodo surut bahkan berdasarkan informasi dari warga setempat bahwa Oldi Sumeke alias Oldi Bodo tak gentar dan begitu leluasa melakukan praktek ilegal tersebut karena yang bersangkutan merasa dibekingi aparat.

“Kami mendengar bahwa jaringan Oldi Bodo itu punya bekingan dari unit Jatantas, sehingga mereka (Oldi cs) merasa aman dalam melakukan praktek ilegal tersebut, bahkan saat razia yang bersangkutan selalu lolos karena diduga informasi telah bocor sebelum aparat kepolisian sampai di tempat” Ujar Warga, Sabtu (21/03/2026) sambil meminta identitasnya di rahasiakan dengan alasan keamanan.

Maka warga meminta Kepolisian Daerah  (Polda) Sulawesi Utara untuk turun tangan menangkap oknum Oldi Sumeke alias Oldi Bodo yang diduga  kuat menjadi bandar perjudian jenis toto gelap (togel) yang kembali meresahkan Waga di Minahasa.

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum Redaksi, Sabtu (21/03/2026) bahwa praktek ilegal yang ditengarai dilakukan oleh Oldi Sumeke alias Oldi Budo berlangsung terorganisir dibeberapa kecamatan di kabupaten Minahasa, seperti di Tondano Raya, Langowan, Kawangkoan, Kakas, Kombi, Eris, dan Remboken

.Fenomena ini memicu keresahan warga, terlebih praktik ilegal tersebut diduga berlangsung cukup terbuka dan terorganisir, namun seolah luput dari pengawasan aparat penegak hukum.

Berdasarkan penuturan warga yang mengetahui praktik ilegal tersebut  bahwa transaksi perjudian togel yang dilakukan  oleh Oldi Sumeke alias Oldi Budo bersama kroninya kini dilakukan dengan modus yang lebih rapi.

“Polanya adalah pemilik lapak togel tidak menulis rekap menggunakan kertas, melainkan langsung direkap menggunakan handphone. Setelah itu, mereka hanya memberikan kupon putihan kepada pemasang sebagai bukti tanpa identitas resmi”. Ujar Warga.

Sejumlah warga mengungkapkan, aktivitas tersebut sudah kembali berjalan dalam beberapa pekan terakhir dengan pola yang sama seperti sebelumnya.

Lokasi praktik judi togel pun disebut tersebar di beberapa titik strategis.Menurut warga, aktivitas ini tidak hanya meresahkan, tetapi juga berpotensi memicu persoalan sosial lainnya, seperti meningkatnya konflik rumah tangga dan masalah ekonomi.

Apalagi, praktik perjudian kerap menyasar masyarakat kelas bawah yang tergiur keuntungan instan.Warga pun mempertanyakan efektivitas pengawasan aparat, mengingat lokasi yang disebut berada tak jauh dari fasilitas umum dan tersebar di beberapa wilayah.

Mereka berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan penindakan tegas dan menyeluruh.

“Kalau dibiarkan, nanti makin berani. Kami ingin lingkungan kami aman dan bebas dari judi,” kata warga lainnya.

Masyarakat berharap kepolisian  daerah Sulawesi Utara dapat melakukan penindakan dan pengawasan berkelanjutan agar praktik judi togel benar-benar hilang dari wilayah Minahasa.

Ketegasan aparat dinilai menjadi kunci untuk memulihkan rasa aman dan kepercayaan publik.Sampai berita ini naik tayang Redaksi belum berhasil menghubungi Kapolda Sulawesi  Utara untuk dikonfirmasi seputar penangan judi togel yang kembali marak dai Sulawesi  Utara terlebih khusus di Minahasa. (Red/**)-