
SulutViral.id – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado dan Lapas Papakelan Tondano pada Senin (22/12/2025).
Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskar Narapidana Mandiri Indonesia (NAPIRI) menggelar ibadah Natal bersama puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bentuk kepedulian dan penguatan spiritual.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Laskar NAPIRI, Alfa Christian Kaliey, didampingi pengurus inti organisasi.
Jalannya ibadah dipimpin oleh Pastor Alfaro Aluseda dan Ps. Andreas Lantu yang juga merupakan pengurus Laskar NAPIRI Bidang Kerohanian.

Sebagai wujud dukungan nyata terhadap pembinaan mental warga binaan, usai ibadah, jajaran Laskar NAPIRI membagikan Alkitab kepada seluruh jemaat yang hadir.
Pemberian ini diharapkan menjadi kompas bagi para WBP dalam mendalami firman Tuhan selama menjalani masa pembinaan.
Dalam sambutannya, Alfa Christian Kaliey memberikan testimoni yang menyentuh hati.
Ia berbagi kisah hidupnya yang pernah mendekam di Lapas Manado sebelum akhirnya bertobat dan mendirikan organisasi sosial.

“Saya sama seperti teman-teman semua, pernah menjadi warga binaan di sini. Dulu hidup saya penuh dengan gemerlapnya dunia, segala macam perbuatan jahat pernah dijalani. Tapi itu dulu, kini saya di bawah Tuhan ke arah hidup yang sebenarnya,” ucap Alfa dengan lugas, di Lapas Kelas IIA Manado.
Ia berpesan agar para WBP tidak berputus asa dan menjadikan masa hukuman sebagai proses perbaikan diri untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang bermanfaat.
Senada dengan Alfa, Bendahara NAPIRI, Velly Kambey juga menyerukan agar menyambut Natal dengan penuh kasih dan damai.
“Mari menyambut Natal dengan penuh sukacita dan damai sejahtera torang baku bae baku” jaga,” tutup Velly.

Aksi kemanusiaan dan pelayanan Laskar NAPIRI tidak berhenti di ibu kota Sulawesi Utara saja.
Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Manado, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Lapas Tondano pada sore hari untuk melaksanakan kegiatan serupa.
Kehadiran Laskar NAPIRI menjadi bukti nyata bahwa mantan warga binaan memiliki kesempatan kedua untuk bangkit, mandiri, dan menjadi saluran berkat bagi sesama.



Tinggalkan Balasan