
SulutViral.id – Polemik pemulangan pasien Oneke Kaunang yang masih dalam kondisi sakit dari RS Sentra Medika Minut memicu gelombang protes keras dari tokoh masyarakat.
Kritik utama kini mengarah pada dugaan penyalahgunaan fasilitas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan oleh oknum rumah sakit.
Tonaas Wangko, Ishak Tambani, menyuarakan kekhawatiran mendalam, menyatakan kalau pemulangan pasien yang masih membutuhkan perawatan intensif merupakan bentuk pelayanan yang jauh dari standar kemanusiaan dan berpotensi mengancam keselamatan nyawa pasien.
“Kami menyoroti dugaan bahwa fasilitas jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan ‘hanya menjadi tameng bagi oknum-oknum tertentu untuk memeras masyarakat’,” tegas Tambani.
Menurutnya, insiden ini adalah cerminan kegagalan pelayanan yang harus segera dihentikan. Tambani mendesak Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk melakukan peninjauan, evaluasi, dan pengawasan ketat terhadap RS Sentra Medika agar kasus pemulangan pasien prematur tidak terulang.
Di tengah desakan publik dan dimulainya proses evaluasi oleh Dinas Kesehatan Minut, pihak RS Sentra Medika Minut hingga kini memilih bungkam.
Direktur rumah sakit, Ivan Wijaya, belum memberikan respons maupun klarifikasi resmi terkait alasan pemulangan pasien dan langkah-langkah yang sudah diambil, menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi manajemen dan prosedur medis yang diterapkan.
Masyarakat menantikan hasil evaluasi Pemkab Minut, sekaligus menuntut pertanggungjawaban dan klarifikasi terbuka dari RS Sentra Medika untuk mengakhiri polemik yang meresahkan ini. (ZKL)



Tinggalkan Balasan