Rincian Dugaan Belanja Fiktif 800-an Juta (III)

Dalam LHP, PPTK disebut Mengakui Sudah Tidak Ada Dokumen Lain Selain yang Diserahkan

MANADO–Dalam Belanja BBM/Gas dan Pelumas di kegiatan Belanja Perawatan Kendaraan Bermotor di Setdakab Talaud TA 2019, berbanderol sekira Rp 1.112.542.790,-; sesuai LHP BPK hanya sekira Rp 743.067.578,- yang memiliki nota sebagai dasar pembayaran.

“Sehingga sesuai temuan BPK, dari Rp 1,112.542.790,- Belanja BBM/Gas dan Pelumas, ada sekira Rp 369.472.212,- (Rp 1,112.542.790-Rp 743.067.578) yang pencairannya tidak disertai bukti pertanggungjawaban,” kata sumber resmi, Sabtu (26/10/2024).

Menariknya lagi, menurut sumber yang mewanti-wanti agarnya namanya disimpan, dari sekira Rp 743.067.578,-; pihak BPK menemukan hanya sekira Rp 184.633.578,- yang menggunakan nota asli dari penyedia BBM.

“Dari nota bukti sebesar sekira Rp 743.067.578,-, BPK melakukan pengujian dengan nota asli yang disediakan penyedia BBM. Hasil pengujian, BPK menemukan hanya sekira Rp 184.633.578,- yang menggunakan nota asli dari penyedia BBM,” tekannya.

“Jadi ada sekira Rp 558.434.757,- (Rp 743.067.578-Rp 184.633.578) belanja BBM yang diduga menggunakan nota palsu atau bukan nota asli dari penyedia BBM,” sambungnya.

Lanjutnya untuk Rp 369.472.212,- yang tidak disertai bukti pertanggungjawaban, pihak Setda melakukan penelusuran. “Dari hasil penelusuran, didapat nota pembelian sekira Rp 337.581.455,- sebagai pertanggungjawaban belanja BBM yang divalidasi Inspektorat. Sedangkan sisanya sekira Rp 31.893.757,- (Rp 369.472.212-Rp 337.581.455), tidak didukung bukti pertanggungjawaban,” beber sumber.

Ia juga menyebut, sesuai LHP BPK, PPTK mengakui sudah tidak ada dokumen pertanggungjawaban lainnya selain yang sudah diserahkan ke BPK.

“Jadi PPTK menyatakan kalau dokumen Belanja BBM/Gas dan Pelumas TA 2019 telah diserahkan seluruhnya ke BPK. Dan tidak ada dokumen lain selain yang sudah diserahkan,” tegasnya.

“Karena itu, ada sekira Rp 590.327.757,- (Rp 558.434.757 + Rp 31.893.757) di Belanja BBM/Gas dan Pelumas yang diduga tidak memiliki bukti pertanggungjawaban,” jelasnya.(nai/bersambung).